Sel. Mar 2nd, 2021

Jakarta, Indonesia — 

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) masih berharap usulan pajak 0 persen mobil baru dikabulkan pemerintah. Menurut asosiasi masih ada waktu untuk memperbaiki penjualan mobil yang ambruk karena pandemi Covid-19 kemudian menyegarkan industri otomotif di dalam negeri.

Kukuh Kumara, Sektretaris Umum Gaikindo, mengaku hingga saat ini belum mendapat informasi baru terkait usulan yang disampaikan Kementerian Perindustrian ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada pertengahan September itu. Sejauh ini Kemenkeu diketahui belum memberikan sinyal bakal disetujui.

Lihat juga: Khawatir PSBB dan Pajak, Penjualan Mobil September Malah Naik

Kukuh menilai meski waktu terus berkurang sampai tutup tahun, tepatnya tinggal dua setengah bulan, bantuan seperti pajak 0 persen tidak akan percuma jika ditetapkan sebelum pergantian tahun.

“Belum dapat [informasi baru]. Engak juga, kita enggak melihat percuma. Kita berharap itu salah satu, kalau tidak kita perlu cari strategi baru,” ujar Kukuh kepada CNNIndonesia.com, Jumat (16/10).

Kukuh mengapresiasi pemerintah yang sudah memperhatikan industri otomotif sampai usulan pajak 0 persen mobil baru menjadi salah satu ide perbaikan. Menurut dia ide itu muncul sendiri dari pemerintah.

Pajak 0 persen yang diusulkan Kemenperin yakni pembebasan pajak-pajak yang dipungut pemerintah seperti PPnBM dan PPn serta yang dipungut pemerintah daerah misalnya PKB dan BBN.

Sejauh ini Kukuh bilang Gaikindo yang beranggotakan 47 perusahaan masih berharap pajak 0 persen itu bakal dipenuhi.

“Kita posisinya begitu, tapi kami tidak mau menyudutkan pemerintah. Ini muncul dari pemerintah saja sudah luar biasa, pemerintah mengusulkan itu sudah luar biasa, kita terima kasih,” katanya.

Lihat juga: Gaikindo: Penjualan Mobil Saat Pandemi Berat Capai Target

Meski begitu Gaikindo menilai keputusan soal usulan itu semestinya cepat, iya atau tidak. Salah satu prediksi efek negatif jika terus menggantung yaitu masyarakat jadi menunda pembelian mobil karena berharap harga mobil akan murah.

“Tapi bisnis butuh kecepatan sama tepat waktu, kalau iya ya iya, kalau enggak ya enggak. Supaya strateginya berubah, supaya ada keputusan,” ucap Kukuh.(fea)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *